Budaya Baju Kondangan di Korea yang Simple Banget, Ternyata Ini Alasannya

Budaya Baju Kondangan di Korea yang Simple Banget, Ternyata Ini Alasannya
budaya baju kondangan di Korea yang simple/ credit: NEWS EN

Kapanlagi.com - Budaya dan tradisi Korea Selatan selalu berhasil memikat dengan pesonanya yang tak ada habisnya untuk dijelajahi. Salah satu aspek menarik adalah cara masyarakatnya menghadiri pernikahan kerabat, seringkali dengan outfit kasual dan sederhana.

Fenomena ini tentu menimbulkan pertanyaan besar, mengapa mereka memilih gaya minimalis tanpa aksesori mencolok? Di balik kesederhanaan penampilan tersebut, tersimpan berbagai alasan mendalam yang berakar pada etika dan nilai budaya.

Penasaran apa saja alasan di balik pilihan busana serba simpel ini? Yuk, simak ulasan lengkapnya, KLovers!

Kamu juga bisa cek artikel terkini seputar dunia hiburan selengkapnya di Liputan6.com.

1. Fenomena Penampilan Sederhana Tamu Pernikahan di Korea

budaya baju kondangan di Korea yang simple/ credit: NEWS EN

Bukan karena 'kurang modal', ternyata ada alasan mendalam mengapa para tamu undangan di Korea Selatan memilih mengenakan outfit kondangan yang simple. Pilihan pakaian sederhana bagi mereka justru bisa menjadi bentuk etika dan penghormatan dalam budaya pernikahan di Korea.

Pakaian yang tidak mencolok ini merupakan bagian dari “hagaek look” atau tampilan tamu pernikahan, yang menekankan pada kesopanan dan rasa hormat. Mereka percaya bahwa penampilan yang bersahaja adalah cara terbaik untuk menunjukkan penghargaan kepada pasangan pengantin dan keluarga mereka.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Fokus Utama Tetap pada Mempelai Pengantin

budaya baju kondangan di Korea yang simple/ credit: NEWS EN

Alasan pertama di balik kesederhanaan busana tamu adalah anggapan bahwa kedua mempelai adalah bintang utama di hari bahagia mereka. Dengan berpakaian sederhana dan tidak mencolok, fokus pernikahan tetap tertuju pada pengantin, bukan pada tamu undangan.

Berdandan terlalu glamor atau mencolok bahkan dianggap tidak sopan, karena dapat mengalihkan perhatian dari pengantin. Ini adalah bentuk etiket yang kuat dalam budaya Korea, di mana menghormati orang lain sangat dijunjung tinggi.

3. Pernikahan jadi Acara Formal yang Praktis dan Efisien

budaya baju kondangan di Korea yang simple/ credit: NEWS EN

Pernikahan di Korea sering dianggap sebagai acara formal namun juga praktis dan efisien. Prosesi pernikahan biasanya berlangsung singkat, sekitar 30 menit hingga satu jam, diikuti dengan sesi makan bersama.

Para tamu biasanya datang, memberikan hadiah uang tunai, berfoto, menikmati hidangan, lalu pulang. Oleh karena itu, mereka memilih pakaian yang sederhana dan berwarna netral, seperti hitam, abu-abu, atau biru tua, yang nyaman dan sesuai untuk acara yang tidak terlalu bertele-tele.

4. Etika Sosial Menghormati Pengantin di Hari Bahagia

budaya baju kondangan di Korea yang simple/ credit: NEWS EN

Etika sosial di Korea sangat menekankan bahwa tamu tidak boleh mengalahkan pesona pengantin yang sedang berbahagia. Ini berarti menghindari pakaian yang terlalu mencolok, mewah, terbuka, atau berwarna putih.

Warna putih secara khusus dihindari karena merupakan warna gaun pengantin, dan mengenakannya dianggap tidak sopan. Aturan tak tertulis ini memastikan bahwa pengantin wanita tetap menjadi pusat perhatian dan yang paling bersinar di hari istimewanya.

5. Pakaian Kerja Jadi Pilihan Praktis Tamu Undangan

budaya baju kondangan di Korea yang simple/ credit: NEWS EN

Banyak tamu undangan di Korea menghadiri pesta pernikahan setelah jam kerja atau dari aktivitas lain, sehingga mereka memilih pakaian yang nyaman dan praktis. Tidak heran jika outfit mereka seringkali mirip dengan pakaian kantor atau office wear.

Pakaian semi-formal hingga formal, seperti setelan jas untuk pria dan blazer atau gaun sederhana untuk wanita, adalah pilihan umum. Ini mencerminkan gaya hidup yang serba cepat dan efisien di masyarakat Korea.

6. Pengaruh Kuat Nilai Konfusianisme dalam Berbusana

budaya baju kondangan di Korea yang simple/ credit: NEWS EN

Terakhir, nilai-nilai Konfusianisme masih sangat kuat dalam masyarakat Korea, dan ini tercermin dalam cara mereka berpakaian saat menghadiri pernikahan. Nilai-nilai ini seperti kesederhanaan, tidak pamer, dan rendah hati.

Pernikahan, dalam konteks Konfusianisme, bukan hanya penyatuan dua individu tetapi juga dua keluarga, dengan penghormatan kepada orang tua sebagai inti. Makanya, penampilan yang sederhana dan tidak mencolok dianggap sebagai cerminan dari nilai-nilai ini.

7. FAQ

Mengapa tamu pernikahan di Korea Selatan cenderung berpakaian sederhana? Tamu pernikahan di Korea Selatan berpakaian sederhana karena beberapa alasan, termasuk etika untuk menghormati pengantin agar menjadi pusat perhatian, sifat praktis acara yang singkat, dan pengaruh nilai-nilai Konfusianisme yang menjunjung kesederhanaan.

Apa itu 'hagaek look' dalam konteks pernikahan Korea? 'Hagaek look' adalah istilah Korea untuk tampilan tamu pernikahan yang menekankan kesopanan dan rasa hormat, biasanya berupa pakaian semi-formal hingga formal dengan warna kalem dan tidak mencolok.

Mengapa tamu pernikahan Korea menghindari warna putih? Tamu pernikahan Korea menghindari warna putih karena warna tersebut secara eksklusif diperuntukkan bagi pengantin wanita. Mengenakan warna putih dianggap tidak sopan dan dapat mengalihkan perhatian dari mempelai.

Mau tahu berita terkini tentang dunia hiburan? Yuk langsung cek di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?

(kpl/mda)

Rekomendasi
Trending