Kisah 'THE HURT LOCKER' Hasil Mencuri?

Kapanlagi.com - Penyusun skenario THE HURT LOCKER, Mark Boal melalui Koran Los Angeles Times, Selasa (2/03/2010), mengaku telah berbicara dengan lebih dari seratus tentara selama riset filmnya."Dan mengubah segalanya sebagaimana yang telah saya pelajari, tetapi juga membuat cerita yang dramatis," ungkapnya.Namun pengakuan itu dibantah oleh pengacara Geoffrey Fieger, atas nama sersan Angkatan Darat Amerika Serikat (AS), Sersan Kepala Jeffrey S. Sarver (38) pada Rabu (03/03/2010), yang merasa dikhianati karena kisahnya dicuri oleh para pembuat film THE HURT LOCKER."Boal bilang dia mewawancara ratusan tentara dan mengatakan film itu adalah campuran dari kisah berbagai penjinak bom. Itu adsurd karena sebenarnya dia hanya berbicara dengan Sarver," ungkapnya.Jeffrey S. Sarver sendiri tinggal di New Jersey sebelum pindah ke Clarksville, Tennesess, AS. Dia telah bertugas selama 18 tahun di Angkatan Darat AS, dan bertahun-tahun bertugas di Irak.Sarver mengajukan gugatan hukum karena para pembuat film itu tanpa izin menggunakan pengalamannya menjinakkan bom saat di Irak.Sarver dalam konferensi pers mengatakan, akan 'happy' (senang, red) jika menjadi konsultan untuk penyusun skenario, Mark Boal, dan sutradara Kathryn Bigelow. Tapi hal itu tidak pernah terjadi. "Saya kurang lebih merasa ditinggalkan," kata Sarver. "Saya tidak tahu hak-hak saya," tambahnya.Setelah Sarver mengajukan gugatan pada Kamis, distributor film Summit Entertainment, mengeluarkan pernyataan, menegaskan bahwa film itu hanya sebuah cerita fiksi tentang tentara di medan perang.Sarver sendiri pernah muncul di majalah PLAYBOY tahun 2005 lewat artikel berjudul Sosok Dalam Pakaian Bom. Di mana artikel itu ditulis oleh Boal, penulis skenario film THE HURT LOCKER, berdasarkan pengamatannya sebagai reporter 'emmbedded' dengan kelompok penjinak bom pimpinan Sarver di Irak pada 2004.Geoffrey Fieger mengatakan tokoh utama dalam film, Will James, sangat jelas menggambarkan kliennya, merujuk pada kata sandi Blaster One. "Jika seseorang memberitahumu bahwa sersan Sarver bukan Will James, itu sebuah pertanyaan yang lucu," kata Fieger.THE HURT LOCKER telah dinominasikan untuk sembilan Oscar. Film ini telah menerima banyak pujian dari kritikus dan menjadi kandidat utama untuk film terbaik Academy Award yang akan dianugerahkan pada Minggu.Fieger menolak untuk menyebutkan jumlah uang dalam gugatan itu. Dia berkata Summit Entertainment, Distributor AS untuk THE HURT LOCKER dan produser film itu tidak akan digugat, andai saja mereka mencantumkan bahwa kisah tersebut berdasarkan pengalaman Sarver di Irak."Ini praktik yang lazim," kata Fieger. "Sekarang, karena tertangkap basah, kita melihat hal-hal yang mereka lakukan agar tidak perlu membayar kesalahan."THE HURT LOCKER dirilis pada Juni lalu mendapat keuntungan kotor US$19 juta dari seluruh dunia. Sementara anggaran pembuatannya sekitar US$15 juta. Fieger mengatakan telah berkomunikasi selama berbulan-bulan dengan Summit Entertainment dan produser Nicholas Chartier.Kepada wartawan, dia membagikan salinan email akhir Desember dari Chartier yang menyebut tidak pernah mendengar tentang Sarver. "Saya tidak pernah berbuat tidak adil dengannya. Saya tidak pernah mendengar tentangnya. ... Apakah saya mencuri pacarnya? Tidak pernah mendengarnya," demikian bunyi email tersebut.Email lainnya pada pekan ini menimbulkan masalah bagi Chartier yang untung besar dari film itu. Chartier, dengan melanggar aturan Academy Award, mengirim email kepada pemilih Oscar untuk meminta mereka memilih THE HURT LOCKER yang dia sebut sebagai film seharga US$500 juta'.Chartier dilarang menghadiri upacara penghargaan yang akan diselenggarakan pada pekan ini. Namun melalui juru bicaranya, menolak berkomentar.   

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(ant/dar)

Rekomendasi
Trending