Sari Koeswoyo Lebih Mencintai Lukisan

Kapanlagi.com - Meskipun ayahnya personil band legendaris Koes Plus, Sari Koeswoyo ternyata lebih mencintai seni lukis dan seni rupa. Sari yang berusia 38 tahun itu, menyatakan dirinya selama ini asyik mempelajari seni lukis dan seni rupa. "Tapi tidak menjadi pelukis. Saya lebih kepada mengapresiasi lukisan dan seni rupa," kata putri Yok Koeswoyo tersebut.

Sikap menghargai lukisan antara lain ia salurkan lewat cara menulis tentang sang seniman, antara lain Stefan Birana, pelukis asal Padang yang berkegiatan di Yogyakarta.

"Lukisannya sangat kuat, dan menggunakan teknik lukisan retak," katanya dengan mata berbinar.

Teknik yang digunakannya adalah memanggang lukisan yang sudah jadi di atas kompor.

Artikel yang ditulis Sari bersama kurator Amir Sidarta pernah dimuat Silver Magazine milik PT. Garuda Indonesia.

Dalam tulisannya itu, ia banyak berkisah tentang Stefan, yang dikatakannya sebagai pelukis yang sangat rindu pada kampung halaman.

"Tapi sekarang lukisannya kekanak-kanakan. Ia banyak melukis anak-anak, tetapi tetap bertema rindu kampung," katanya.

Ketika ditanya tentang kemungkinan dirinya menjadi pelukis, wanita kelahiran Jakarta, 20 Agustus 1968 ini mengaku kurang memiliki bakat, meski bukan berarti ia tidak pernah membuat karya.

Paling tidak, ada tiga lukisan karyanya yang masih tersimpan. "Yang masih utuh ada tiga di rumah," ujarnya

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/dar)

Rekomendasi
Trending