Ini Tanggapan Jeremy Thomas Soal Sistem ERP di Jakarta

Ini Tanggapan Jeremy Thomas Soal Sistem ERP di Jakarta Jeremy Thomas @KapanLagi.com®

Kapanlagi.com - Dalam beberapa bulan kedepan Pemprov DKI Jakarta melakukan uji coba sistem Electronic Road Pricing (ERP) yang mulai dilaksanakan Selasa sore Untuk jalan Sudirman - Thamrin. Sistem ini dipercaya dapat mengurangi kemacetan Ibukota. Jeremy Thomas yang di temui di sela acara Magnificent Ramadhan di Galerie Lafayatte, Pasific Place Jakarta, Selasa (15/7) mempunyai pendapat sendiri. "Bilang sama pemerintah kita, jangan dibatasi. Jalannya diperbanyak dong. Jangan potensi yang dibatasi. Kalau mobil makin banyak kan berarti secara ekonomi itu potensi. Potensi pertumbuhan. Infrastrukturnya diperbanyak. Jangan pembatasan," ungkapnya

Jeremy Thomas @KapanLagi.com®Jeremy Thomas @KapanLagi.com®

Meskipun tidak begitu yakin dengan dengan sistem ERP, namun ia berharap tumbuhnya sistem ekonomi di Jakarta juga di barengi dengan diperbaikinya infrastruktur yang ada. Jeremy juga berpendapat jika pemerintah harusnya lebih serius dan konsisten dalam mencari solusi kemacetan."Saya gak yakin yang gitu-gitu bisa meredam laju pertumbuhan mobil. Jadi  infrastuktur yang harus diperbaiki, rencana jangka panjang jangan diubah-ubah sama komitmen pemerintah untuk betul-betul serius bahwa hal ini suatu yang penting. Bukan hanya retorika." katanyaJeremy juga menambahkan, pemerintah harus lebih jeli dalam melihat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Bukan tidak ada gunanya ERP diterapkan, tapi ERP bukan solusi dari semua masalah kemacetan. "Bukan gak berguna, itu berguna. Namun itu bukan solusi mayor. Solusi mayor infrastuktur kan ? jadi harus bikin triple dek di jalan Sudirman kayak di luar negeri. Itu yang harus dilakukan. Karena kalau mobil bertambah itu kan indikator ekonomi yang bertumbuh. Kalau orang punya mobil, bertambah mobilnya, kemampuan ekonominya berlebih, itu kan gak boleh dibatasi," tutupnya. 

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/cja)

Rekomendasi
Trending