Cara Menyimpan Keju Mozarella Tanpa Kulkas dan Dengan Kulkas
cara menyimpan keju mozarella tanpa kulkas dan dengan kulkas
Kapanlagi.com - Keju mozarella merupakan salah satu jenis keju yang populer digunakan dalam berbagai hidangan seperti pizza, pasta, dan salad. Namun, banyak orang mengalami kesulitan dalam menjaga kesegaran keju mozarella setelah kemasan dibuka.
Cara menyimpan keju mozarella tanpa kulkas dan dengan kulkas memerlukan teknik yang berbeda agar keju tetap awet dan tidak cepat rusak. Pemahaman yang tepat tentang metode penyimpanan akan membantu menjaga tekstur lembut dan rasa khas keju mozarella.
Penyimpanan yang tidak tepat dapat menyebabkan keju mozarella menjadi keras, berjamur, atau kehilangan cita rasanya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara yang benar dalam menyimpan keju mozarella baik dengan maupun tanpa menggunakan kulkas.
Advertisement
1. Pengertian dan Karakteristik Keju Mozarella
Keju mozarella adalah keju lunak yang berasal dari Italia dengan kandungan air yang tinggi dan tekstur yang elastis. Keju ini terbuat dari susu sapi atau kerbau dan memiliki rasa yang ringan serta sedikit asam. Karakteristik utama keju mozarella adalah teksturnya yang lembut dan kemampuannya meleleh dengan sempurna saat dipanaskan.
Kandungan air yang tinggi dalam keju mozarella membuatnya lebih rentan terhadap pertumbuhan bakteri dan jamur dibandingkan jenis keju keras lainnya. Keju mozarella segar biasanya dijual dalam kemasan berisi cairan atau air garam yang berfungsi menjaga kelembaban dan kesegaran keju. Perbedaan ini membuat cara menyimpan keju mozarella tanpa kulkas dan dengan kulkas memerlukan perhatian khusus.
Terdapat dua jenis utama keju mozarella, yaitu mozarella segar (fresh mozzarella) yang memiliki tekstur sangat lembut dan mozarella kering (low-moisture mozzarella) yang lebih padat dan tahan lama. Mozarella segar memerlukan penyimpanan yang lebih hati-hati karena kandungan airnya yang sangat tinggi, sementara mozarella kering lebih fleksibel dalam hal penyimpanan.
Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), keju dengan kandungan kelembaban tinggi seperti mozarella memerlukan suhu penyimpanan yang konsisten untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang dapat merusak kualitas produk. Suhu ideal untuk penyimpanan keju mozarella adalah antara 2-4 derajat Celsius.
2. Cara Menyimpan Keju Mozarella Dengan Kulkas
Penyimpanan keju mozarella di dalam kulkas merupakan metode yang paling umum dan direkomendasikan untuk menjaga kesegaran keju dalam jangka waktu yang lebih lama. Kulkas menyediakan suhu rendah yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur pada keju. Berikut adalah cara-cara yang dapat dilakukan:
- Simpan dalam Cairan Asli atau Air Garam: Untuk keju mozarella segar yang masih dalam kemasan, pastikan keju tetap terendam dalam cairan aslinya. Jika cairan sudah berkurang atau habis, buatlah larutan air garam dengan perbandingan 1 sendok teh garam untuk setiap 1 cangkir air. Rendam keju mozarella dalam larutan ini dan simpan dalam wadah tertutup di kulkas. Ganti air garam setiap 2-3 hari untuk mencegah bau tidak sedap dan menjaga kesegaran keju.
- Gunakan Wadah Kedap Udara: Setelah kemasan dibuka, pindahkan keju mozarella ke dalam wadah kedap udara atau container plastik yang dapat ditutup rapat. Cara menyimpan keju mozarella dengan kulkas menggunakan wadah kedap udara akan mencegah keju menyerap bau dari makanan lain di dalam kulkas dan mengurangi paparan udara yang dapat membuat keju cepat kering.
- Bungkus dengan Kertas Lilin atau Parchment: Untuk keju mozarella kering atau yang sudah dipotong, bungkus terlebih dahulu dengan kertas lilin atau kertas parchment. Kertas ini memungkinkan keju untuk "bernapas" sambil tetap menjaga kelembaban. Setelah dibungkus dengan kertas lilin, tambahkan lapisan plastik wrap di bagian luar untuk perlindungan ekstra, kemudian simpan di bagian rak kulkas yang suhunya paling stabil.
- Pisahkan dari Keju Jenis Lain: Jangan menyimpan keju mozarella bersama dengan jenis keju lain dalam satu wadah atau bungkusan. Setiap jenis keju memiliki karakteristik aroma dan kelembaban yang berbeda. Mencampur berbagai jenis keju dapat menyebabkan transfer rasa dan mempercepat kerusakan.
- Simpan di Bagian Rak Tengah atau Bawah: Hindari menyimpan keju mozarella di pintu kulkas karena suhu di area tersebut tidak stabil akibat sering dibuka-tutup. Tempatkan keju di rak tengah atau bagian bawah kulkas di mana suhu lebih konsisten. Suhu yang stabil sangat penting untuk menjaga kualitas keju mozarella.
- Perhatikan Masa Simpan: Keju mozarella segar yang sudah dibuka dapat bertahan hingga 5-7 hari di kulkas jika disimpan dengan benar dalam cairan. Sementara keju mozarella kering dapat bertahan hingga 2-3 minggu setelah dibuka. Selalu periksa tanggal kedaluwarsa pada kemasan dan perhatikan tanda-tanda kerusakan seperti perubahan warna, tekstur berlendir, atau bau asam yang menyengat.
Melansir dari U.S. Food and Drug Administration (FDA), produk keju lunak harus disimpan pada suhu di bawah 4 derajat Celsius untuk mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya seperti Listeria monocytogenes yang dapat menyebabkan keracunan makanan.
3. Cara Menyimpan Keju Mozarella Tanpa Kulkas
Meskipun kulkas adalah pilihan terbaik untuk menyimpan keju mozarella, ada situasi tertentu di mana Anda mungkin perlu menyimpan keju tanpa kulkas, seperti saat piknik, perjalanan, atau ketika listrik mati. Namun, perlu diingat bahwa cara menyimpan keju mozarella tanpa kulkas hanya bersifat sementara dan memiliki batasan waktu yang sangat singkat.
- Gunakan Cooler Box dengan Es Batu: Jika Anda perlu membawa keju mozarella dalam perjalanan, gunakan cooler box atau tas pendingin yang diisi dengan es batu atau ice pack. Tempatkan keju dalam wadah kedap udara terlebih dahulu, kemudian letakkan di dalam cooler box. Pastikan es batu tidak langsung bersentuhan dengan kemasan keju untuk menghindari keju menjadi terlalu basah. Metode ini dapat menjaga keju tetap dingin hingga 4-6 jam tergantung kualitas cooler box.
- Simpan di Tempat Sejuk dan Gelap: Jika tidak ada akses ke kulkas atau cooler box, simpan keju mozarella di tempat yang paling sejuk dan gelap di rumah, seperti ruang bawah tanah atau pantry yang tidak terkena sinar matahari langsung. Bungkus keju dengan kain bersih yang telah dibasahi dengan air dingin, kemudian tempatkan dalam wadah tertutup. Ganti kain basah setiap beberapa jam untuk menjaga suhu tetap rendah. Cara ini hanya efektif untuk beberapa jam saja.
- Rendam dalam Air Dingin yang Sering Diganti: Untuk keju mozarella segar, Anda dapat merendamnya dalam wadah berisi air dingin atau air garam dingin. Tempatkan wadah di lokasi paling sejuk dan ganti air setiap 1-2 jam dengan air dingin yang baru. Metode ini dapat membantu menjaga kesegaran keju untuk waktu yang sangat terbatas, maksimal 3-4 jam dalam kondisi ruangan yang tidak terlalu panas.
- Beli Sesuai Kebutuhan: Strategi terbaik untuk cara menyimpan keju mozarella tanpa kulkas adalah dengan membeli keju dalam jumlah yang akan langsung digunakan. Hindari membeli keju mozarella dalam jumlah besar jika Anda tidak memiliki akses ke kulkas. Belilah keju sesaat sebelum akan digunakan untuk memasak agar keju masih dalam kondisi segar.
- Perhatikan Tanda-Tanda Kerusakan: Keju mozarella yang disimpan tanpa kulkas akan cepat rusak, terutama dalam cuaca panas. Selalu periksa kondisi keju sebelum dikonsumsi. Jika keju mengeluarkan bau asam yang tajam, tekstur menjadi berlendir, atau muncul bintik-bintik jamur, segera buang keju tersebut karena sudah tidak layak konsumsi.
Penting untuk dipahami bahwa penyimpanan keju mozarella tanpa kulkas sangat tidak direkomendasikan untuk jangka waktu lama karena risiko pertumbuhan bakteri yang tinggi. Keju mozarella yang dibiarkan pada suhu ruangan lebih dari 2 jam berisiko mengalami kontaminasi bakteri berbahaya.
4. Tips Memilih Keju Mozarella yang Berkualitas
Memilih keju mozarella yang berkualitas sejak awal akan memudahkan proses penyimpanan dan memastikan keju dapat bertahan lebih lama. Kualitas keju yang baik akan lebih tahan terhadap kerusakan dan mempertahankan rasa serta teksturnya dengan lebih baik.
- Periksa Tanggal Kedaluwarsa: Selalu cek tanggal produksi dan tanggal kedaluwarsa pada kemasan keju mozarella sebelum membeli. Pilih keju dengan tanggal kedaluwarsa yang masih lama untuk memastikan kesegaran produk. Keju yang baru diproduksi akan memiliki kualitas yang lebih baik dan dapat disimpan lebih lama.
- Perhatikan Warna dan Tekstur: Keju mozarella segar yang berkualitas memiliki warna putih bersih atau putih kekuningan yang merata tanpa bintik-bintik gelap. Teksturnya harus terlihat lembut dan elastis, tidak kering atau retak. Untuk keju mozarella dalam kemasan, pastikan cairan di dalamnya masih jernih dan tidak keruh.
- Cek Aroma Keju: Keju mozarella yang segar memiliki aroma ringan yang sedikit asam dan menyegarkan, mirip dengan aroma susu segar. Hindari membeli keju yang mengeluarkan bau asam yang tajam, bau amonia, atau bau tidak sedap lainnya karena ini menandakan keju sudah mulai rusak.
- Pilih Kemasan yang Masih Utuh: Pastikan kemasan keju mozarella masih tersegel dengan baik dan tidak ada kebocoran. Kemasan yang rusak atau bocor dapat menyebabkan kontaminasi bakteri dan mempercepat kerusakan keju. Untuk keju mozarella segar, pastikan keju masih terendam sempurna dalam cairannya.
- Perhatikan Kondisi Penyimpanan di Toko: Belilah keju mozarella dari toko yang menyimpan produk keju di dalam lemari pendingin dengan suhu yang tepat. Keju yang disimpan pada suhu ruangan di toko kemungkinan besar sudah mengalami penurunan kualitas meskipun belum melewati tanggal kedaluwarsa.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Dairy Science, kualitas keju mozarella sangat dipengaruhi oleh kondisi penyimpanan sejak proses produksi hingga sampai ke tangan konsumen. Rantai dingin yang terputus dapat menyebabkan perubahan tekstur dan pertumbuhan mikroorganisme yang tidak diinginkan.
5. Kesalahan Umum dalam Menyimpan Keju Mozarella
Banyak orang melakukan kesalahan dalam menyimpan keju mozarella yang tanpa disadari dapat mempercepat kerusakan keju dan mengurangi kualitasnya. Mengetahui kesalahan-kesalahan ini akan membantu Anda menghindarinya dan menjaga keju tetap segar lebih lama.
- Membungkus Keju Terlalu Rapat dengan Plastik: Salah satu kesalahan paling umum adalah membungkus keju mozarella terlalu rapat dengan plastik wrap tanpa memberikan ruang untuk sirkulasi udara. Keju adalah produk yang "hidup" dan membutuhkan sedikit udara untuk bernapas. Pembungkusan yang terlalu rapat dapat menyebabkan kelembaban berlebih yang memicu pertumbuhan jamur. Cara menyimpan keju mozarella dengan kulkas yang benar adalah dengan menggunakan kertas lilin terlebih dahulu sebelum dibungkus plastik.
- Menyimpan Keju di Pintu Kulkas: Pintu kulkas adalah tempat terburuk untuk menyimpan keju mozarella karena suhu di area ini paling tidak stabil. Setiap kali pintu dibuka, terjadi perubahan suhu yang signifikan yang dapat merusak tekstur dan mempercepat pembusukan keju. Simpanlah keju di rak tengah atau bawah kulkas di mana suhu lebih konsisten.
- Tidak Mengganti Air Rendaman: Untuk keju mozarella segar yang disimpan dalam air atau air garam, banyak orang lupa mengganti air secara berkala. Air yang tidak diganti akan menjadi keruh, berbau, dan menjadi media pertumbuhan bakteri. Gantilah air rendaman setiap 2-3 hari untuk menjaga kesegaran keju.
- Membekukan Keju Mozarella Segar: Meskipun membekukan keju mozarella kering masih dapat diterima, membekukan keju mozarella segar adalah kesalahan besar. Proses pembekuan akan merusak struktur protein dan mengubah tekstur keju menjadi berair dan rapuh setelah dicairkan. Jika terpaksa harus membekukan, gunakan hanya untuk keju mozarella kering dan gunakan untuk masakan yang dilelehkan, bukan untuk dimakan langsung.
- Mencampur Keju Baru dengan Keju Lama: Menambahkan keju mozarella yang baru dibeli ke dalam wadah yang berisi keju lama dapat mempercepat kerusakan keju baru. Bakteri dari keju lama dapat mengkontaminasi keju baru. Selalu simpan keju dalam wadah terpisah dan gunakan keju yang lebih lama terlebih dahulu.
- Membiarkan Keju Terlalu Lama di Suhu Ruangan: Kesalahan lain adalah membiarkan keju mozarella di luar kulkas terlalu lama saat menyiapkan makanan. Keluarkan keju dari kulkas hanya sesaat sebelum digunakan dan segera kembalikan sisa keju ke kulkas. Keju yang dibiarkan pada suhu ruangan lebih dari 2 jam berisiko terkontaminasi bakteri.
Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), keju lunak seperti mozarella termasuk dalam kategori makanan berisiko tinggi untuk kontaminasi bakteri jika tidak disimpan dengan benar. Penyimpanan pada suhu yang tidak tepat dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri patogen yang berbahaya bagi kesehatan.
6. Cara Mengetahui Keju Mozarella Sudah Tidak Layak Konsumsi
Mengenali tanda-tanda keju mozarella yang sudah rusak sangat penting untuk menghindari risiko kesehatan. Meskipun sudah menerapkan cara menyimpan keju mozarella tanpa kulkas dan dengan kulkas yang benar, keju tetap memiliki masa simpan terbatas dan akan rusak seiring waktu.
- Perubahan Warna: Keju mozarella yang masih segar memiliki warna putih bersih atau putih kekuningan. Jika keju berubah warna menjadi kekuningan gelap, kecoklatan, atau muncul bintik-bintik hijau atau hitam, ini menandakan pertumbuhan jamur dan keju sudah tidak layak dikonsumsi. Bahkan jika jamur hanya muncul di satu bagian, sebaiknya buang seluruh keju karena spora jamur bisa menyebar ke bagian yang tidak terlihat.
- Tekstur Berlendir atau Lengket: Keju mozarella yang rusak akan mengembangkan tekstur permukaan yang berlendir atau lengket saat disentuh. Ini adalah tanda pertumbuhan bakteri yang signifikan. Keju yang masih baik memiliki tekstur yang lembut namun tidak berlendir. Jika keju terasa licin atau lengket, segera buang keju tersebut.
- Bau Asam yang Menyengat: Meskipun keju mozarella memiliki aroma asam yang ringan secara alami, bau asam yang sangat tajam, menyengat, atau bau amonia menunjukkan keju sudah mengalami pembusukan. Bau tidak sedap lainnya seperti bau tengik atau bau busuk juga merupakan indikator kerusakan. Jangan mengonsumsi keju dengan bau yang mencurigakan meskipun tampilannya masih terlihat normal.
- Rasa yang Berubah: Jika keju mozarella terasa sangat asam, pahit, atau memiliki rasa yang tidak normal, ini menandakan keju sudah rusak. Keju mozarella yang segar memiliki rasa yang ringan, sedikit manis, dan creamy. Perubahan rasa yang signifikan adalah tanda bahwa keju tidak boleh dikonsumsi lagi.
- Air Rendaman yang Keruh dan Berbau: Untuk keju mozarella segar yang disimpan dalam cairan, perhatikan kondisi airnya. Air yang menjadi sangat keruh, berubah warna menjadi kekuningan atau kecoklatan, dan mengeluarkan bau tidak sedap menunjukkan keju sudah mulai rusak. Meskipun air yang sedikit keruh masih normal setelah beberapa hari, perubahan yang drastis adalah tanda bahaya.
Penting untuk selalu mempercayai insting Anda. Jika ada sesuatu yang tampak, berbau, atau terasa tidak normal pada keju mozarella, lebih baik membuangnya daripada mengambil risiko keracunan makanan. Keamanan pangan harus selalu menjadi prioritas utama.
7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Berapa lama keju mozarella bisa bertahan di kulkas setelah dibuka?
Keju mozarella segar yang sudah dibuka dapat bertahan 5-7 hari di kulkas jika disimpan dengan benar dalam cairan atau air garam dan wadah kedap udara. Sementara keju mozarella kering dapat bertahan hingga 2-3 minggu setelah kemasan dibuka. Pastikan untuk selalu memeriksa tanda-tanda kerusakan seperti perubahan warna, bau, atau tekstur sebelum mengonsumsi keju yang sudah disimpan beberapa hari.
2. Apakah keju mozarella bisa disimpan tanpa kulkas dalam waktu lama?
Tidak, keju mozarella tidak dapat disimpan tanpa kulkas dalam waktu lama karena kandungan air yang tinggi membuatnya sangat rentan terhadap pertumbuhan bakteri. Cara menyimpan keju mozarella tanpa kulkas hanya bersifat sementara, maksimal 2-4 jam dengan menggunakan cooler box atau metode pendinginan alternatif. Untuk penyimpanan jangka panjang, kulkas dengan suhu 2-4 derajat Celsius adalah keharusan.
3. Bolehkah keju mozarella dibekukan untuk memperpanjang masa simpan?
Keju mozarella kering dapat dibekukan untuk memperpanjang masa simpan hingga 3 bulan, namun teksturnya akan berubah menjadi lebih rapuh dan berair setelah dicairkan. Keju yang sudah dibekukan sebaiknya hanya digunakan untuk masakan yang dilelehkan seperti pizza atau lasagna, bukan untuk dimakan langsung. Keju mozarella segar tidak disarankan untuk dibekukan karena akan sangat merusak tekstur dan kualitasnya.
4. Mengapa keju mozarella saya cepat berjamur meskipun sudah disimpan di kulkas?
Keju mozarella cepat berjamur biasanya karena beberapa faktor: pembungkusan yang terlalu rapat tanpa sirkulasi udara, penyimpanan di area kulkas dengan suhu tidak stabil seperti di pintu, kontaminasi dari tangan atau peralatan yang tidak bersih, atau keju sudah mendekati tanggal kedaluwarsa saat dibeli. Pastikan untuk membungkus keju dengan kertas lilin terlebih dahulu, simpan di wadah kedap udara, dan letakkan di rak tengah kulkas untuk hasil terbaik.
5. Apakah air garam lebih baik daripada air biasa untuk menyimpan keju mozarella segar?
Ya, air garam lebih baik daripada air biasa untuk menyimpan keju mozarella segar karena garam berfungsi sebagai pengawet alami yang menghambat pertumbuhan bakteri. Larutan air garam dengan perbandingan 1 sendok teh garam untuk setiap 1 cangkir air adalah konsentrasi yang ideal. Air garam juga membantu mempertahankan rasa dan tekstur keju lebih baik dibandingkan air biasa. Ganti air garam setiap 2-3 hari untuk menjaga kesegaran optimal.
6. Bagaimana cara menyimpan keju mozarella yang sudah diparut?
Keju mozarella yang sudah diparut harus disimpan dalam wadah kedap udara atau kantong plastik ziplock dengan udara dikeluarkan sebanyak mungkin. Simpan di bagian kulkas yang paling dingin, biasanya di rak paling bawah. Keju parut cenderung lebih cepat kering dan menggumpal, jadi sebaiknya digunakan dalam waktu 3-5 hari setelah diparut. Untuk mencegah penggumpalan, Anda bisa menambahkan sedikit tepung maizena dan mengocok wadah sebelum digunakan.
7. Apa yang harus dilakukan jika tidak sengaja meninggalkan keju mozarella di luar kulkas semalaman?
Jika keju mozarella tertinggal di luar kulkas pada suhu ruangan lebih dari 2 jam (atau 1 jam jika suhu ruangan di atas 32°C), sebaiknya keju tersebut dibuang untuk menghindari risiko keracunan makanan. Bakteri berbahaya dapat berkembang biak dengan cepat pada keju lunak seperti mozarella dalam kondisi suhu ruangan. Meskipun keju terlihat dan berbau normal, bakteri patogen mungkin sudah berkembang dan tidak aman untuk dikonsumsi. Keamanan kesehatan lebih penting daripada menghindari pemborosan makanan.
(kpl/cmk)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba