KapanLagi.com - SPECTRE, sekuel ke-24 boleh saja menduduki posisi puncak box office Amerika Serikat selama kurang lebih tiga minggu. Pendapatannya mencapai US$ 677 juta (Rp 9,2 T) mungkin tak seberapa dengan film mata-mata lainnya seperti SPY, THE MAN FROM U.N.C.L.E. atau HITMAN: AGENT 47 yang juga dirilis tahun ini.
Advertisement
SPY, yang dibintangi Melissa McCarthy dan Jude Law, hanya meraih US$. Sedangkan THE MAN FROM U.N.C.L.E. yang dibintangi dua aktor tampan Henry Cavill dan Armie Hammer, masuk dalam jajaran film berpenghasilan rendah musim panas 2015 dengan meraih US$. Ketiga, ada HITMAN: AGENT 47, adaptasi video game berjudul sama yang dibintangi Rupert Friend dan Zachary Quinto.Disutradarai Aleksander Bach, film ini dimulai dengan kemunculan seorang wanita bernama Katia van Dees (Hannah Ware). Ia kerap dibayangi oleh potongan-potongan memori dari masa lalunya. Anehnya, memori ini terus mendorongnya untuk menemukan sesosok lelaki yang terus muncul di dalam benaknya, yang ternyata adalah ayahnya, Dr. Piotr Litvenko (Ciaran Hinds).Litvenko adalah ilmuwan yang mampu menciptakan agen dari hasil kloning, yang sempurna sebagai seorang pembunuh. Diciptakan tanpa rasa belas kasih dan perasaan, para agen ini bisa dikenali dari barcode di belakang kepalanya. Karenanya, ia terus dikejar oleh Syndicate International yang ingin mencuri formula Litvenko.Di tengah kebingungannya untuk terus berlari dan berpindah-pindah karena merasa keselamatannya terancam, Katia bertemu dengan seorang lelaki bernama John Smith (Zachary Quinto) di Alexanderplaat, Jerman, yang meyakinkan dirinya bahwa ia bisa menolongnya dari kejaran agen yang akan membunuhnya. Percaya, ia pun menuruti segala yang diperintahkannya.Benar saja, selang beberapa detik kemudian ada seorang agen berwajah dingin, mengenakan jas hitam, kemeja putih dan dasi merah, memberondong mereka dengan tembakan. Bahkan, saat Katia dan John berlindung di Kedutaan Besar Amerika serikat yang punya pengamanan ketat, sang agen mampu menembusnya.Di sinilah HITMAN: AGENT 47 memberikan twist dan kejutan bagi para pemirsa. Sosok John Smith yang rupawan dan berhati malaikat ternyata adalah utusan organisasi yang menginginkan Dr. Litvenko. Sedangkan, agen yang mengejar mereka berdua adalah hasil ciptaan sang jenius.Namanya Agent 47 (Rupert Friend). Ia berhasil membobol kamar hotel John dan Katia dan membunuh John. 47 membawa Katia pergi dan menyadarkannya bahwa dirinya bisa menemukan sang ayah lewat memorinya. Ia pun menguak jati diri Katia sesungguhnya.Â
Dari segi cerita, HITMAN: AGENT 47 yang diadaptasi dari video game ini sangat menarik untuk disimak, meski endingnya kurang mengenakkan dan menggantung. Namun, ceritanya tidak mentah dan plotnya nggak gampang ditebak seperti identitas John Smith versus Agent 47.Flashback masa lalu Katia dan 47 juga ditampilkan dengan menarik. Tak hanya menayangkannya secara blak-blakan, film ini membungkusnya sedemikian rupa sehingga membuat kita sedikit bertanya-tanya.Salah satu aspek yang patut digarisbawahi adalah film ini penuh dengan aksi frontal. Bagi kalian penggemar action sesungguhnya, film ini bisa menjadi hiburan yang menyenangkan. Tapi, bagi yang ngeri melihat darah dan tembakan di kepala, bisa menutup mata saat adegan-adegan ini muncul.Overall, aksinya nggak kalah dengan James Bond atau Jude Law di dalam SPY. Pun dengan duo agen ganteng Ilya Kuryakin dan Napoleon Solo dalam THE MAN FROM U.N.C.L.E. Untuk temani akhir pekan atau pelepas penat setelah kerja, film ini boleh lho disimak.