Kak Seto: Hari Anak Momentum Hentikan Kekerasan
Seto Mulyadi
Kapanlagi.com - Ketua Dewan Pembina Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi menyatakan, pemerintah sudah mencanangkan suatu gerakan nasional hentikan kekerasan terhadap anak melalui Gerakan Nasional Indonesia Sayang Anak."Mudah-mudahan berbagai laporan mengenai ada ibu yang menyiksa anaknya atau guru yang melakukan kekerasan atas nama pendidikan bisa betul-betul dihentikan," kata Seto di sela-sela acara penjelasan pers Hari Anak Nasional (HAN) 2010, di kantor Kemdiknas, Jakarta, beberapa waktu lalu.Seto mengatakan, jadikan HAN momentum untuk mengingatkan pentingnya menghentikan kekerasan terhadap anak.Menurut dia, anak-anak itu harus diperlakukan dengan penuh kegembiraan dan menyenangkan, misalnya bermain, bernyanyi, senyuman, dan pelukan. "Suasana yang gembira dan berbobot," katanya.Sementara itu, Direktur Eksekutif Jaringan Penanggulangan Pekerja Anak (JARAK), Achmad Marzuki, mengharapkan HAN tidak hanya diperingati sebagai acara seremoni, tetapi dapat dijadikan momentum unjuk peningkatkan intensitas penanganan persoalan anak di Indonesia.Zuki, demikian biasa dipanggil, berdasar data masih melihat kondisi anak Indonesia yang belum beruntung. Menurutnya 82 juta anak Indonesia berusia 0–17 Tahun, sekitar 17,7 juta yang masih mengalami situasi sulit.Sekitar 4 juta jiwa menjadi pekerja anak, 150 ribu jadi korban eksploitasi seksual, dan 5.760 anak berada di dalam penjara, anak telantar dan rentan telantar. Menurut Zuki, hari anak selazimnya tidak didominasi oleh acara-acara yang ceremonial (peringatan), di mana anak-anak hanya dijadikan objek kegiatan. Diundang acara, berkumpul, dengarkan ceramah, dan lain-lain. Anak juga harus difasilitasi untuk berkreasi dalam berbagai kegiatan kreatif, sehingga hari anak penuh dengan warna keaktifan anak-anak.Hari Anak Nasional penting untuk menjadi gerakan. Gerakan ini berkembang di pusat, daerah dan melibatkan masyarakat. Penting menjadi milik masyarakat, sehingga menjadi budaya masyarakat untuk memberikan perhatian, khususnya anak yang membutuhkan perlindungan khusus, demikian Marzuki menguraikan.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(ant/dar)
Advertisement
