Terinspirasi K-Pop, Risa Amel Ingin Dangdut Klasik Terlihat Keren
Risa Amel - Credit: Istimewa
Kapanlagi.com - Penyanyi muda Risa Amel memilih jalan berbeda di tengah industri musik Indonesia yang kini dipenuhi lagu pop modern dan tren viral di media sosial. Alih-alih mengikuti arus musik kekinian, Risa justru mantap mempertahankan kecintaannya pada dangdut klasik yang identik dengan generasi lama.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Perempuan asal Garut itu ingin menghadirkan dangdut klasik dengan kemasan baru agar terasa lebih dekat dengan generasi muda, khususnya Gen Z. Baginya, dangdut lawas masih memiliki tempat di hati anak muda jika dikemas dengan pendekatan yang relevan.
Risa melihat masih banyak orang seusianya yang sebenarnya menikmati dangdut klasik. Namun, menurutnya, belum banyak figur muda yang mampu membawa genre tersebut dengan citra yang dekat dengan kehidupan generasi sekarang.
Advertisement
"Kalau aku aja yang masih muda bisa suka banget sama dangdut klasik, pasti ada banyak orang lain di luar sana yang merasakan hal yang sama," ujar Risa Amel.
1. Vokal Tetap Klasik
Keresahan itu perlahan mulai diwujudkan lewat identitas musik dan konsep penampilannya di atas panggung. Risa ingin mempertahankan cengkok khas dangdut klasik, tetapi membungkusnya dengan aransemen yang lebih segar serta visual yang modern.
Menurut Risa, memodernisasi dangdut bukan berarti menghilangkan karakter aslinya. Ia justru ingin mempertahankan rasa khas dangdut klasik sambil membuatnya lebih mudah diterima oleh anak muda melalui konsep musik dan penampilan yang lebih kekinian.
"Vokalnya tetap klasik, rasa dangdutnya tetap ada. Tapi mungkin dari musik, styling, dan cara penyampaiannya bisa dibuat lebih modern supaya anak muda lebih mudah masuk," katanya.
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
2. Membangun Visual
Menariknya, inspirasi Risa dalam membangun citra sebagai penyanyi dangdut muda juga datang dari dunia K-Pop. Ia mengaku cukup sering memperhatikan bagaimana idol Korea Selatan membangun karakter visual mereka agar terlihat kuat dan mudah dikenali penggemar.
Tak hanya dari K-Pop, Risa juga menyoroti bagaimana kultur pop modern mampu membuat genre lokal diterima generasi muda di berbagai negara. Hal itu membuatnya percaya dangdut Indonesia juga bisa tampil keren dan mendunia jika dikemas dengan pendekatan yang tepat.
"Aku suka banget lihat style artis K-Pop. Menurut aku Naykilla juga keren banget. Aku pengen tetap tampil muda dan punya gaya aku sendiri walaupun musik yang aku bawa klasik dangdut," ungkapnya.
3. Buktikan Tantangan
Di tengah banyaknya musisi muda yang memilih genre pop modern, langkah Risa mempertahankan dangdut klasik menjadi warna tersendiri di industri musik Tanah Air. Ia sadar jalur yang dipilih tidak mudah, tetapi tantangan itu justru ingin dijadikannya pembuktian bahwa dangdut klasik tetap bisa relevan di era sekarang.
"Aku pengen cari cara supaya orang-orang seusia aku bisa merasa kalau dangdut klasik itu keren, bukan sesuatu yang terdengar tua," pungkasnya.
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
(kpl/pur/ums)
Advertisement
