'Quick Count' LSN Juga Menangkan Pasangan Hade

Kapanlagi.com - Hasil perhitungan cepat (quick count) Lembaga Survei Nasional (LSN) menempatkan pasangan Ahmad Heryawan - Dede Macan Yusuf Effendy (Hade) yang didukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk sementara unggul dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di Jawa Barat. Hasil quick count LSN yang dirilis di Jakarta, Minggu, menunjukkan pasangan Hade memperoleh suara sebesar 40,19%. Sebelumnya, hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh Lingkaran Survai Indonesia (LSI) dengan Jaringan Isu Publik (JIP), Pilgub Jabar 2008 juga menyebutkan pasangan Hade memperoleh suara terbanyak. Menurut perhitungan LSN, pasangan Agum Gumelar-Nu`man Abdul Hakim (Aman) yang didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Damai Sejahtera (PDS) berada di posisi kedua dengan perolehan suara 34,55%. Sedangkan pasangan Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana (Da`i) yang didukung Partai Golkar (PG) dan Partai Demokrat (PD) berada di posisi terakhir dengan perolehan suara 25,26%. Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry menyatakan, quick count LSN tersebut didasarkan atas pengamatan dan pencatatan ratusan relawan dengan mengambil sampel pada 216 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 26 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Menurut Umar, kemenangan sementara pasangan Hade disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain pasangan itu dari segi usia relatif lebih muda dibanding kedua pasangan lainnya. "Masyarakat Jawa Barat ternyata membutuhkan figur muda dan alternatif," katanya. Selain itu, tambah Sekjen Asosiasi Riset Opini Publik (Aropi) tersebut, kemenangan Hade juga tak lepas dari popularitas Dede Yusuf, aktor yang juga anggota DPR RI asal PAN, terutama di kalangan ibu-ibu dan remaja perempuan. "Dede Yusuf sangat digemari oleh mereka," katanya. Mengenai minimnya perolehan suara pasangan Aman dan Da`i yang didukung partai besar seperti PG dan PDI, menurut Umar, dalam pemilihan langsung mesin partai belum tentu dapat menjadi tumpuan. "Pilkada tidak ada hubungan dengan partai. Pilkada lebih banyak mengandalkan ketokohan seseorang," katanya. Di sisi lain, sambung Umar, prestasi kedua pasangan itu terbilang tidak terlalu spektakuler. Contohnya Agum ketika masih aktif sebagai Menteri Perhubungan dan Ketua Umum KONI tidak mempunyai program yang membuat masyarakat terkesan. Demikian juga dengan Danny Setiawan yang merupakan incumbent. "Imbasnya dalam pilkada ini," katanya. Sementara itu perhitungan LSI pada Minggu sore, dari 96,50% suara sampel yang masuk, pasangan incumbent Danny Setiawan - Iwan Sulanjana (Da`i) sebanyak 25,89% (28.741 suara), pasangan Agum - Numan (Aman) 34,14% (97.903 suara) dan pasangan Hade 39,97% (44.376 suara).  

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/cax)

Rekomendasi
Trending