Tere Tak Setuju Koruptor Dihukum Mati
Kapanlagi.com - Kasus korupsi sudah merajalela di Indonesia. Dari mulai golongan yang terkecil sampai yang teratas. Oleh karena itu dibutuhkan shock therapy untuk para pelaku korupsi agar di kemudian hari hal tersebut dapat menimbulkan efek jera. Apakah perlu para koruptor di hukum mati? "Saya pribadi termasuk orang yang menghormati hak-hak hidup orang-orang. Hidup mati itu urusan Tuhan, yang penting ada efek jera yang diberikan," kata Tere kepada wartawan di Press Room DPR, Gedung DPR, Jakarta, Rabu (9/12) sore. Menurut Tere bukanlah hukuman yang terpenting sebagai upaya pemberantasan korupsi. Menurutnya, ada beberapa hal yang lebih preventif. "Mungkin upaya preventif lebih penting ya dalam memberantas korupsi, dan upaya itu harus dipelajari, harus lebih proporsional lagi. Jadi saya belum mau membicarakan dari segi hukuman dan menyerahkan kepada yuridis hukum yang berlaku," ujar Tere.Tere pun menilai wajar beberapa aksi demonstrasi yang meminta agar para koruptor segera ditangkap dan dihukum. Namun, dirinya juga tak setuju jika hal tersebut melulu dilakukan dengan aksi demonstrasi."Peringatan ini tidak hanya seremonial saja, tapi juga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Demo itu adalah sebuah demokrasi dan hal itu adalah kebebasan dalam berekspresi, dan itu sah-sah saja. jangan sampai aksi yang dilakukan berakhir dengan anarkis," ujar Tere.Apakah bentuk korupsi itu hanya penyalahgunaan uang saja? "Korupsi itu nggak cuma uang saja. Tapi harus dapat di pahami bahwa yang namanya korupsi adalah bentuk penyelewengan. Jadi bukan hanya uang, bisa waktu, informasi, dan lainnya," ujar Tere.    Â
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
Berita Foto
(kpl/adt/bun)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
