Wanda Hamidah: Hapus Kebijakan Perploncoan!

Wanda Hamidah: Hapus Kebijakan Perploncoan! Wanda Hamidah foto: acat

Kapanlagi.com - Sumpah Pemuda sering dikenal sebagai moment di mana bangsa ini mengingat kembali peran pemuda. Yakni bukan hanya sebagai penuntut perubahan, tapi juga pembuat perubahan sendiri. Dan bagi selebriti Wanda Hamidah, Sumpah Pemuda tidak harus diperingati dengan upacara.

"Ini momen untuk bersatu. Ada hal yang lebih penting daripada upacara. Apa yang kita lakukan, itu perjuangan juga untuk bangsa. Tidak mementingkan kelompok, tidak diskriminatif. Itu perjuangan kita. Pemuda harus memperjuangkan dan mendengar aspirasi masyarakat," beber Wanda, Jumat (28/10).

“Pemerintah harus melindungi pemuda. Hapus kebijakan perploncoan. Sistem harus dirubah, penegakan hukum harus tegas. Berikan sanksi pidana soal kekerasan pemuda itu. Plonco itu feodal!„
Wanda Hamidah

Mantan aktivis 1998 yang menjadi saksi insiden penembakan mahasiswa Trisakti lalu itu juga menambahkan, bahwa dirinya sempat menerima pengaduan dari masyarakat, di mana masih banyaknya tawuran pemuda, serta kegiatan perploncoan yang menurutnya sumber bullying.

"Pemerintah harus melindungi pemuda. Hapus kebijakan perploncoan. Sistem harus dirubah, penegakan hukum harus tegas. Berikan sanksi pidana soal kekerasan pemuda itu. Plonco itu feodal! Ini masalah bangsa, waktu SMA saya pernah dikeroyok. Tapi metode balas dendam harus diubah, kekerasan ini potensi kejahatan, penganiayaan, perilaku seks dan pemerasan. Jadi keluarkan saja siswa seperti itu," tegas Wanda di Wisma Handayani, Kemendiknas, Cilandak, Jakarta Selatan.

Selain menjadi selebriti, Wanda Hamidah kini menduduki jabatan sebagai anggota DPRD DKI Jakarta masa bakti 2009-2012, dan dia berada di Komisi E serta sempat menjadi ketua Fraksi Amanat Bangsa pada 2009-2010 lalu. 

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/gum/aia)

Rekomendasi
Trending