Riri Reza Dkk Tolak Temui BP2N

Kapanlagi.com - Gagalnya dialog Citra Perfiman Nasional yang digagas PWI di Pusat Perfilman Haji Ustmar Ismail (11/1), gara-gara kelompok yang berkompeten urung hadir, bukannya tanpa alasan. Riri Reza, salah satu presidium dari Masyarakat Film Indonesia, memberikan alasan ketidakdatangannya via SMS.

Dalam konfirmasinya tersebut, Riri mengatakan bahwa Masyarakat Film Indonesia tidak bersedia bertemu dengan BP2N.

"Maaf, hal itu tidak ada dalam agenda kami. Ini merupakan jawaban saya sebagai anggota presidium Masyarakat Film Indonesia, karen MFI tidak punya anggota," jelas Riri dalam SMS tersebut.

Disisi lain, Riri juga mengucapkan banyak terima kasih atas upaya yang dilakukan oleh PWI. Bukannya tidak mau menghargai dengan upaya tersebut, tetapi ada keengganan dari pihak MFI untuk berdialog dengan BP2N.

Djoni Syafrudin sendiri selaku ketua BP2N tidak memberikan komentar apapun, dengan alasan dia datang sebagai pengusaha bioskop dan bukan selaku ketua BP2N.

Mengomentari hal ini, Dede Yusuf, mantan aktor yang menjadi anggota DPR-RI, menyatakan kesetujuannya bila ada perubahan dalam aturan main perfilman Indonesia.

"Tetapi untuk mengubah undang-undang, kita semua perlu untuk duduk bersama. Kalau ESKUL dinyatakan tidak layak untuk memenangi Piala Citra, saya setuju. Tapi untuk undang-undang, kita perlu berpikir bersama," ujarnya.

Mengenai perubahan UU perfilman itu sendiri, Dede melihat belum terlalu urgent bagi kepentingan masyarakat banyak.

"Saya tidak melihat ada kepentingan bangsa disitu. Saya hanya melihat ada kepentingan tertentu, sementara RUU baru bisa dibicarakan bila berhubungan dengan kepentingan masyarakat," jelas Dede.

"Tapi kami tidak menutup kemungkinan untuk membicarakan itu. DPR siap menampung semua aspirasi dari semua kalangan, asal sudah dalam bentuk draft," pungkas politikus yang pernah main bersama Onky Alexander dalam film CATATAN SI BOY itu.


(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kl/wwn)

Rekomendasi
Trending