Wanda Hamidah Ajak Konstituen Tidak Golput

Wanda Hamidah Ajak Konstituen Tidak Golput Wanda Hamidah

Kapanlagi.com - Mantan presenter yang kini menjadi politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Wanda Hamidah tetap mengajak konstituennya untuk menggunakan hak pilih meskipun dirinya batal dicalonkan sebagai calon gubernur oleh partainya.
"Selamat kepada cagub/cawagub DKI, Alhamdulillah banyak pilihan yang baik, semoga tak ada alasan untuk golput," kata Wanda dalam akun twitternya @wanda_hamidah, Selasa (20/03/2012).
Wanda yang tadinya disebut-sebut bakal diusung oleh PAN dalam Pilkada DKI 2012, tidak mendapat dukungan dari DPW PAN DKI Jakarta yang memutuskan untuk bergabung dengan 7 partai politik lain yang mengusung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.
Wanda juga mengucapkan selamat kepada kader PAN lainnya, Didik J Rachbini, yang juga tidak mendapat dukungan dari DPW meski berstatus Ketua DPP PAN.
"Selamat saudaraku @djrachbini (akun twitter Didik), idealnya PAN juga beri tiketnya kepada pasangan yang mengusung kadernya sendiri, bukan yang lain," kata Wanda.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta itu juga mengajak para pendukungnya agar cerdas menentukan pilihan dalam pilkada DKI pada 11 Juli mendatang.
"Saya akan memilih siapa? Hak individu. Pastinya calon yang tidak pernah ada indikasi korupsi ketika pernah duduk dalam jabatan publik," kata Wanda.
Wanda juga menekankan pentingnya rekam jejak, faktor usia, serta ketegasan dalam mengambil sikap dari seorang calon gubernur yang akan memimpin DKI selama lima tahun ke depan.
"Partai atau pemimpin yang tidak punya sikap, plin-plan, dan mendua, akan kehilangan pendukungnya," katanya.
Selain para pendukung Wanda, banyak pihak yang menyayangkan gagalnya mantan artis itu melaju ke persaingan pilgub DKI karena dia merupakan salah satu bakal calon perempuan yang diprediksi akan bersaing dengan calon lainnya.
Manajer Pemantauan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykuruddin Hafidz turut mengeluhkan keputusan partai politik yang tidak menjadikan faktor jumlah pemilih perempuan yang lebih banyak daripada pemilih lelaki untuk mengusung calon perempuan.
"Dapat dipastikan penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta adalah dominasi laki-laki sehingga perlu kepastian yang jelas dari seluruh pasangan calon dan parpol untuk menyertakan perempuan dalam visi, misi dan program-program yang dicanangkannya," katanya.
Pendaftaran calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta resmi ditutup oleh KPUD Jakarta pada Senin (19/3) malam. Sebanyak enam pasang calon kandidat gubernur-wakil gubernur yang akan bertarung dalam Pilkada DKI itu adalah Fauzi Bowo-Nahcrowi Ramli yang diusung oleh Partai Demokrat dan tujuh partai lain, Jokowi-Tjahaya Purnama dari PDIP dan Gerindra, Alex Noerdin-Nono Sampono dari Partai Golkar, PPP, dan PDS.
Kemudian Hidayat Nurwahid-Didik J. Rachbani yang diusung PKS, serta dua kandidat independen Faisal Basri-Biem Benjamin dan Hendardji Supandji-Ahmad Riza Patria.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(antara/dar)

Rekomendasi
Trending